MERAJUT UKHUWAH KELUARGA BESAR YAYASAN AL-IZZAH SURAKARTA

Barisan peserta putri menghadap panggung di ruang utama Gedung IPHI Cemani.

Ditulis oleh

di

Sekitar 500 peserta menghadiri temu keluarga di Gedung IPHI Cemani. Silaturahmi menjadi ruang untuk menguatkan kerja sama pendidikan dan mengingat kembali pentingnya membina hati.

SUKOHARJO — Barisan kursi di ruang utama hingga teras Gedung IPHI Cemani, Sukoharjo, terisi peserta Temu Keluarga Besar Yayasan Al-Izzah Surakarta, Selasa (3/11/2026). Para orang tua, peserta kajian, pengurus yayasan, dan tamu undangan berkumpul dalam satu semangat: merawat ukhuwah dan menguatkan langkah bersama dalam pendidikan serta dakwah.

Sekitar 500 peserta putra dan putri menghadiri kegiatan yang berlangsung pukul 09.00–11.00 WIB tersebut. Mereka berasal dari berbagai pengajian di wilayah Surakarta, keluarga Kuttab Al-Hayyan, keluarga SABAQ Al-Izzah, serta masyarakat yang selama ini membersamai kegiatan yayasan.

Melalui sarasehan, penyampaian materi, dan dialog, pertemuan ini mempertemukan lingkungan keluarga, lembaga pendidikan, dan masyarakat. Ketiganya memiliki peran yang saling melengkapi dalam mendidik generasi.

Barisan peserta putri menghadap panggung di ruang utama Gedung IPHI Cemani.
Peserta memenuhi ruang utama Gedung IPHI Cemani dalam Temu Keluarga Besar Yayasan Al-Izzah Surakarta, Selasa (3/11/2026).

Dari Silaturahmi Menuju Perbaikan Hati

Di tengah suasana kekeluargaan itu, Ustadz Ihsan Saifuddin, S.Ag., menyampaikan materi bertema “Mendidik Generasi: Memulai dari Rehab Hati”.

Anggota MUI Sukoharjo yang juga Mudir Ma’had Aly Baitul Hikmah Sukoharjo tersebut mengajak peserta memperhatikan fondasi pendidikan yang kerap luput dari perhatian: keadaan hati.

Ia menyoroti kecenderungan manusia mencurahkan perhatian besar pada penampilan. Wajah dan tubuh dirawat, bahkan dengan biaya yang tidak sedikit. Namun, perhatian serupa belum tentu diberikan kepada kebersihan batin.

Dalam paparannya, ia mengutip ungkapan yang dinisbatkan kepada Imam Al-Ghazali tentang manusia yang sibuk merawat wajah sebagai tempat pandangan sesama, tetapi mengabaikan hati sebagai tempat pandangan Allah.

Pesan tersebut membawa pembicaraan pendidikan kembali pada tujuannya. Anak-anak perlu dibekali pengetahuan dan keterampilan, sekaligus dibimbing agar tumbuh dengan keimanan, kejujuran, tanggung jawab, dan akhlak yang baik.

Peserta putri menghadap panggung dengan spanduk Temu Keluarga Besar Yayasan Al-Izzah Surakarta.
Suasana kegiatan di ruang utama, dengan peserta putri duduk menghadap panggung Temu Keluarga Besar Yayasan Al-Izzah Surakarta.

Mendidik Generasi, Membenahi Diri

Ustadz Ihsan mengingatkan hadis Rasulullah ﷺ tentang segumpal daging yang menentukan baik buruknya seluruh tubuh, yakni hati. Hadis riwayat Al-Bukhari dan Muslim itu menjadi pijakan untuk menjelaskan eratnya hubungan antara keadaan batin dan perilaku seseorang.

Pembinaan hati, dalam paparannya, merupakan bagian penting dari pendidikan. Kemampuan intelektual perlu berjalan bersama pembinaan iman dan akhlak agar ilmu memiliki arah dalam kehidupan.

Ia juga mengingatkan pesan hadis riwayat Muslim mengenai perhatian Allah terhadap hati manusia. Dengan demikian, ukuran keberhasilan pendidikan tidak berhenti pada sesuatu yang tampak dari luar.

Bagi orang tua dan pendidik, pembahasan ini sekaligus menjadi ajakan untuk membenahi diri. Membimbing anak menuju kebaikan memerlukan keteladanan dari orang-orang yang paling dekat dengan kehidupan mereka.

Barisan peserta putra duduk di sisi ruang utama menghadap podium.
Peserta putra mengikuti rangkaian kegiatan dari sisi ruang utama Gedung IPHI Cemani.

Mendekatkan Keluarga dengan Al-Qur’an

Perhatian terhadap hati kemudian dihubungkan dengan pentingnya lingkungan pendidikan Al-Qur’an. Ustadz Ihsan mengajak orang tua memperhatikan tempat belajar, pergaulan, dan kebiasaan yang membentuk keseharian anak.

Kedekatan dengan Al-Qur’an mencakup kegiatan membaca, menghafal, memahami, serta mengamalkan tuntunannya. Lingkungan yang mendukung proses tersebut diharapkan membantu anak membangun kepribadian dan menjaga akhlaknya.

Pesan ini berhubungan erat dengan kegiatan pendidikan yang dikembangkan Yayasan Al-Izzah Surakarta. Kehadiran keluarga Kuttab Al-Hayyan dan SABAQ Al-Izzah dalam pertemuan tersebut mempertemukan para pendidik dan orang tua dalam pembicaraan mengenai tanggung jawab bersama.

Apa yang diajarkan di ruang belajar memerlukan dukungan di rumah. Kebiasaan baik yang ditanamkan keluarga pun membutuhkan lingkungan masyarakat yang ikut menjaganya.

Peserta putri dan anak-anak duduk di teras Gedung IPHI Cemani.
Peserta putri, sebagian hadir bersama anak-anak, mengikuti kegiatan dari area teras Gedung IPHI Cemani.

Hadiah dan Kehangatan Pertemuan

Selain materi dan dialog, pembagian hadiah turut menambah keakraban acara. Doorprize berasal dari Penerbit Al-Qowam, Es Teler Asy-Syifa, serta berbagai hadiah lainnya.

Kehadiran peserta dari beragam lingkungan menjadikan temu keluarga ini sebagai kesempatan untuk memperluas silaturahmi. Mereka yang selama ini mengikuti kegiatan di tempat berbeda dipertemukan dalam satu forum keluarga besar Al-Izzah.

Dokumentasi kegiatan memperlihatkan peserta duduk di ruang utama maupun teras gedung. Anak-anak juga tampak hadir bersama orang dewasa, melengkapi suasana pertemuan lintas generasi.

Peserta putra dan beberapa anak duduk di kursi hijau pada teras gedung.
Deretan peserta putra menempati kursi di teras gedung; beberapa anak turut hadir dalam suasana temu keluarga.

Pertemuan selama dua jam itu membawa pesan bahwa pendidikan memerlukan kerja bersama yang berkesinambungan. Guru mendampingi pembelajaran, orang tua menanamkan kebiasaan, dan masyarakat membentuk lingkungan tempat generasi tumbuh.

Dari Gedung IPHI Cemani, silaturahmi keluarga besar Al-Izzah menguatkan kembali hubungan tersebut. Di antara ikhtiar menambah ilmu dan mendidik anak, ada pekerjaan yang perlu terus dijaga oleh setiap keluarga: memperbaiki hati dan menghadirkan keteladanan dalam kehidupan sehari-hari.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *